Menjalani program diet untuk membuat Proporsi tubuh lebih ideal, bukan berarti harus menahan lapar seharian dan tidak bisa makan makanan yang lezat. Ada banyak menu pilihan yang lezat, salah satunya dengan mengonsumsi buah-buahan. Selain memiliki rasa yang lezat, buah-buahan menjadi pilihan terbaik karena kaya akan serat, rendah kalori, mengandung banyak vitamin dan juga mineral yang nantinya bisa membantu proses penurunan berat badan. Berikut ini ada 10 jenis buah yang direkomendasikan untuk diet. 1. ApelSalah satu buah yang rendah kalori namun tinggi serat, yakni apel. Dalam satu buah apel yang berukuran sedang sekitar 200 gram, mengandung sekitar 100 kalori dan 5 gram serat. Dengan kandungan serat yang tinggi, apel bisa memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga bisa mengurangi keinginan untuk makan atau ngemil. Bukan hanya itu saja, di dalam apel juga terdapat kandungan vitamin C dan polifenol yang baik dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.2. PisangBuah yang harganya lumayan ramah di kantong ini, seringkali dianggap memiliki kalori yang tinggi. Namun sebenarnya dalam satu buah pisang yang berukuran sedang (118-120 gram), mengandung sekitar 100 kalori dan 3 gram serat. Buah ini juga kaya akan kalium yang bisa membantu dalam mengontrol tekanan darah. Kandungan karbohidrat kompleksnya dicerna secara perlahan, hal inilah yang memberikan energi pada tubuh dan rasa kenyang yang tahan lama.3. AlpukatMeski buah alpukat memiliki kalori yang lebih tinggi dibandingkan jenis lainnya, namun kandungan lemak tak jenuh seratnya menjadikan buah alpukat sebagai pilihan terbaik untuk diet. Alpukat mengandung sekitar 322 kalori per buahnya, selain itu alpukat juga mengandung berbagai vitamin mulai dari vitamin K, E, dan B6.4. KiwiKiwi merupakan buah yang memiliki kalori rendah namun kaya akan serat, vitamin C, dan vitamin E. Dalam satu buah kiwi yang berukuran sedang, ada kandungan 42 kalori dan juga 2 gram serat. Selain itu, buah kiwi juga memiliki kandungan antioksidan yang membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Serat dalam buah kiwi juga membantu dalam proses pencernaan, serta bisa memberikan rasa kenyang.5. PirBuah pir memiliki kalori yang rendah, tinggi akan kandungan serat dan air. Dalam satu buah pir yang berukuran sedang, mengandung sekitar 85 kalori dan juga 5 gram. Kandungan serat dan juga air dalam buah pir bisa memberikan rasa kenyang lebih lama, selain itu juga bisa melancarkan sistem pencernaan.6. SemangkaMengandung sekitar 90% air, menjadikan buah semangka sebagai pilihan terbaik untuk hidrasi dan rasa kenyang. Dalam satu cangkir atau sekitar 152 gram semangka, hanya mengandung sekitar 46 kalori saja. Buah ini juga dilengkapi dengan kandungan vitamin C serta antioksidan yang bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.7. NanasMemiliki kandungan kalori yang rendah serta kaya serat, vitamin C, dan enzim bromelain yang sangat berguna dalam membantu pencernaan. Dalam satu cangkir nanas atau sekitar 165 gram buah nanas, memiliki kandungan sekitar 82 kalori. Serat dan kandungan air dalam nanas membantu memberikan rasa kenyang serta bisa mencegah dehidrasi.8. Jeruk BaliJeruk Bali merupakan buah yang memiliki kandungan kalori rendah namun tinggi serat serta memiliki indeks glikemik yang rendah (25-30). Dalam satu buah jeruk Bali yang berukuran sedang, terdapat kandungan sekitar 60 kalori dan 3 gram serat. Kandungan serat dan juga airnya bisa membantu dalam memberikan rasa kenyang serta mengontrol kadar gula darah.9. Buah BeriBerbagai macam buah beri juga sangat cocok dijadikan sebagai menu diet, seperti strawberry, blueberry, dan raspberry. Berbagai buah ini memiliki kandungan kalori yang rendah namun kaya akan serat, antioksidan, dan juga vitamin C. Sekitar 150 gram buah beri memiliki kandungan sekitar 80 kalori, kandungan serat serta antioksidannya bisa membantu dalam meningkatkan metabolisme serta memberikan rasa kenyang.10. MarkisaMarkisa memiliki kandungan kalori yang rendah dan kaya akan serat, vitamin A, dan vitamin C. Dalam satu buah markisa berukuran sedang, terdapat kandungan sekitar 17 kalori dan 2 g serat. Kandungan serat dalam markisa bisa membantu dalam memberikan rasa kenyang, sementara itu vitamin dan antioksidan dalam markisa juga bisa mendukung kesehatan tubuh. Markisa yang dimaksud di sini adalah markisa dengan warna kuning atau yang cenderung memiliki rasa masam, jadi untuk yang memiliki masalah pada lambung sebaiknya hindari buah ini dan bisa diganti dengan buah lainnya.Tips Mengonsumsi Buah saat Diet:Makanlah buah dalam bentuk utuh, Karena memakan buah dalam bentuk utuh lebih baik dibandingkan dalam bentuk jus. Pasalnya, kandungan serat dalam buah utuh bisa memberikan rasa kenyang lebih lama.Meskipun buah sehat untuk dikonsumsi, namun tentunya tidak boleh berlebihan dalam mengkonsumsinya karena hal tersebut dapat menambah asupan kalori. Konsumsi buah menjadi satu sampai dua porsi per harinya. Bisa dikombinasikan dengan protein, seperti mengonsumsi buah bersama dengan yogurt rendah lemak ataupun kacang Kacangan yang bisa meningkatkan rasa kenyang serta keseimbangan nutrisi. Ketika mengolahnya menjadi jus atau smoothie, sebaiknya menghindari penambahan gula atau pemanis buatan Selain bisa tetap menikmati makanan lezat, mengonsumsi buah juga bisa mendukung tujuan penurunan berat badan. Ingat selalu untuk menjaga keseimbangan nutrisi, dan sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi ataupun dokter sebelum melakukan program diet agar hasil maksimal dan kesehatan tetap terjaga. Jadi, buah apa yang paling kamu sukai untuk diet? Sumber gambar: Pixabay |
Serat pangan merupakan bagian dari makanan nabati atau tumbuhan yang tidak bisa dicerna atau diserap oleh sistem pencernaan manusia namun tetap memiliki manfaat penting untuk kesehatan, khususnya bagi sistem pencernaan serta metabolisme tubuh. Meski tidak dicerna atau diserap oleh tubuh layaknya nutrisi lain (protein atau lemak contohnya), namun serat pangan memiliki fungsi yang sangat krusial untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Seperti 7 fungsi serat pangan untuk menjaga kesehatan tubuh berikut ini: 1. Menjaga pencernaan agar tetap lancar Serat pangan memiliki beberapa mekanisme kerja alami di dalam usus terutama dalam hal kemampuan menambah massa, penyerapan air, serta mempercepat pergerakan makanan dalam saluran cerna. Tanpa memiliki serat yang cukup akan terjadi berbagai resiko yang mengganggu sistem pencernaan seperti wasir, sembelit, dan juga iritasi usus yang semakin meningkat. Sebuah studi dalam jurnal Nutrients (2019) menunjukkan bahwasanya peningkatan asupan sera...

Komentar
Posting Komentar