Langsung ke konten utama

Menu Buka Puasa Sehat Bulan Dzulhijjah, Diawali dengan Yang Manis-Manis



Untuk mendapatkan manfaat puasa di bulan Dzulhijjah ini, selain dari berpuasa itu sendiri juga harus dibarengi dengan menu yang menyehatkan. Seperti yang direkomendasikan oleh ajaran Islam, berbuka puasa tentunya harus diawali dengan yang manis-manis dan yang paling direkomendasikan Untuk menunggu buka puasa lebih tepatnya takjil yakni kurma, jika tidak ada bisa diganti dengan air putih atau makanan manis yang rasa manisnya itu alami. 
Berikut ini beberapa menu buka puasa yang sehat dan tentunya menyehatkan, bisa memberikan manfaat maksimal puasa Dzulhijjah.

1. Diawali dengan yang manis-manis, kurma dan air putih 

Seperti yang telah dibahas sebelumnya kurma menjadi salah satu yang direkomendasikan oleh ajaran Islam untuk di santap saat berbuka puasa. Jika tidak ada, maka bisa digantikan dengan menu makanan manis namun yang manisnya alami seperti buah-buahan contohnya. 
Kenapa harus kurma? Kurma memiliki sumber gula alami dan elektrolit yang mana sangat cepat diserap oleh tubuh, anjuran mengonsumsi 3 butir kurma dan segelas air putih saat adzan maghrib juga bukan tanpa alasan. Selain dari memang sunah dari nabi Muhammad saw, menurut ahli gizi Rita Ramayulis DCN M.Kes bahwasannya “3 butir kurma memiliki kandungan karbohidrat sederhana yang cukup untuk menaikkan kadar gula darah setelah melakukan puasa dan juga tanpa membuat lonjakan besar”. Dengan kata lain 3 butir kurma merupakan porsi yang ideal. Selain itu Dr. Michael Greger yang merupakan penulis How Not to Die mengatakan “kurma memiliki indeks glikemik rendah tinggi antioksidan dan bisa menjadi sumber energi sehat jika dikonsumsi dalam jumlah wajar”. 

2. Buah-buahan segar atau salad buah 

Jika tidak ada kurma, takjil atau berbuka puasa bisa diawali dengan memakan buah segar atau salad buah. Pasalnya buah memiliki kandungan air, serat, vitamin, dan juga mineral yang penting untuk kesehatan tubuh. Dengan mengonsumsi buah segar dapat melancarkan pencernaan, sebagai detoksifikasi alami, juga menjaga rasa kenyang namun tidak membebankan kalori berlebihan. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari WHO yang merekomendasikan makanan tinggi serat seperti buah dan sayuran juga protein tanpa lemak untuk menjaga kesehatan tubuh terlebih saat berbuka puasa. Beberapa contoh buah seperti apel, pepaya, semangka, pisang, atau campuran dari buah-buahan.

3. Pilih sup sayur atau sup ayam

Memilih sup sayur seperti sup bening dengan wortel, kentang, buncis, ataupun sup ayam tanpa kulit, merupakan sumber makanan yang bisa menghidrasi tubuh dan memberikan nutrisi yang seimbang saat berbuka puasa. Mengonsumsi makanan hangat dan berair dapat membantu untuk menghangatkan sistem pencernaan yang seharian penuh kosong. Selain itu, sup sayur lebih mudah dicerna serta memiliki kandungan nutrisi yang lengkap seperti protein, vitamin, dan juga mineral yang dibutuhkan tubuh setelah berpuasa. 

4. Pilihlah menu nasi merah dan lauk yang seimbang 

Menu sehat untuk buka puasa Dzulhijjah selanjutnya yakni nasi merah dan lauk yang seimbang seperti tumis brokoli atau wortel, menu proteinnya bisa menggunakan ikan panggang atau bisa digantikan dengan tahu tempe yang dikukus. Menu yang satu ini memiliki kandungan serat tinggi, kandungan protein yang baik, dan juga indeks glikemik rendah. Nasi merah memiliki kandungan karbohidrat kompleks yang mana bisa memberikan energi tahan lama tanpa meningkatkan kadar gula darah secara drastis dalam tubuh, selanjutnya sumber protein dari ikan, tahu, atau tempe sangat dibutuhkan untuk tubuh guna melakukan pemulihan jaringan juga metabolisme tubuh.

5. Buka puasa dengan smoothie atau jus tanpa gula juga sangat direkomendasikan 

Penggemar jus tentu pasti sangat menyukai menu buka puasa sehat satu ini, smoothie atau jus tapi tanpa tambahan gula. Ada beberapa contoh jus atau smoothing yang bisa dikonsumsi, seperti jus jambu atau smoothie pisang yang ditambah dengannya yogurt tentunya tanpa tambahan gula. Mengonsumsi smoothie atau jus tanpa gula akan membantu dalam memberi energi dari gula buah alami yakni fruktosa, hidrasi, dan juga vitamin tanpa menimbulkan tambahan kalori dari gula buatan. Contohnya seperti smoothie pisang dicampur dengan susu almond mampu memiliki energi dan juga memperbaiki elektrolit tubuh. 

6. Hindari gorengan serta gula berlebih saat berbuka puasa

Gorengan yang menjadi makanan favorit saat buka puasa ternyata sangat tidak direkomendasikan, pasalnya gorengan memiliki lemak jenuh yang tinggi yang bisa membuat pencernaan berat dan memicu maag. Selain itu, makanan yang memiliki kadar gula tinggi juga bisa menyebabkan lonjakan gula darah, akan mudah lapar lagi tubuh menjadi lemas setelahnya. Efek samping dari mengkonsumsi makan gorengan dan gula berlebih saat berbuka puasa yakni bisa mengganggu kadar gula darah serta meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan kelelahan. Contoh makanan tinggi gula, seperti kolak yang ditambah dengan santan dan gula merah, es buah dengan sirup dan susu kental manis, teh manis panas atau dingin, cendol dan kawan-kawannya, sirup kemasan, bahkan kurma berlebih seperti mengonsumsi 5-6 buah juga tidak direkomendasikan karena kandungan kalori.

Itulah beberapa menu sehat yang direkomendasikan saat berbuka puasa Dzulhijjah, beberapa menu yang biasanya disiapkan untuk berbuka puasa ternyata sangat tidak direkomendasikan karena memiliki kandungan yang tidak baik untuk tubuh. Selain itu, fakta mengonsumsi kurma lebih dari 3 juga cukup mencengangkan karena kurma dengan porsi lebih dari 3 seperti 5 sampai 6 itu memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi sekitar 100 - 120 kalori (per 1 butir kurma = 15-20 kalori).
Jadi menu buka puasa Dzulhijjah apa yang kamu siapkan hari ini? Coba tuliskan di kolom komentar.

Image by uluer servet yüce from Pixabay

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Fungsi Serat Pangan untuk Menjaga Kesehatan Tubuh

Serat pangan merupakan bagian dari makanan nabati atau tumbuhan yang tidak bisa dicerna atau diserap oleh sistem pencernaan manusia namun tetap memiliki manfaat penting untuk kesehatan, khususnya bagi sistem pencernaan serta metabolisme tubuh. Meski tidak dicerna atau diserap oleh tubuh layaknya nutrisi lain (protein atau lemak contohnya), namun serat pangan memiliki fungsi yang sangat krusial untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Seperti 7 fungsi serat pangan untuk menjaga kesehatan tubuh berikut ini: 1. Menjaga pencernaan agar tetap lancar  Serat pangan memiliki beberapa mekanisme kerja alami di dalam usus terutama dalam hal kemampuan menambah massa, penyerapan air, serta mempercepat pergerakan makanan dalam saluran cerna. Tanpa memiliki serat yang cukup akan terjadi berbagai resiko yang mengganggu sistem pencernaan seperti wasir, sembelit, dan juga iritasi usus yang semakin meningkat. Sebuah studi dalam jurnal Nutrients (2019) menunjukkan bahwasanya peningkatan asupan sera...

5 Menu Sarapan Kaya Serat Ini Bikin Harimu Terus Berenergi!

Sarapan merupakan waktu paling penting untuk mengisi perut dalam sehari, selain bisa memberikan energi untuk memulai aktivitas juga bisa berperan dalam menjaga kesehatan metabolisme tubuh. Sebagai catatan, tidak semua menu sarapan bisa memberikan manfaat yang optimal. Ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu mengonsumsi sarapan tinggi serat yang bisa membantu dalam mengontrol kadar gula darah, meningkatkan rasa kenyang, serta bisa menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat.  Berikut ini ada beberapa menu sarapan yang direkomendasikan, tentu saja berbagai serapan yang tinggi akan serat namun juga lezat agar hari dimulai dengan penuh semangat. 1. Oatmeal dengan topping buah segar dan chia Salah satu ide sarapan cepat dan sehat agar pagi lebih berenergi yakni dengan mengonsumsi oatmeal, salah satu menu sarapan klasik yang tentunya kaya akan serat. Oatmeal kaya akan serat larut terutama beta-glucan , Yakni surat yang terbukti mampu membantu dalam menurunkan kadar kolesterol dan juga menja...

10 Buah-Buahan untuk Diet yang Lezat dan Kaya Nutrisi

Menjalani program diet untuk membuat Proporsi tubuh lebih ideal, bukan berarti harus menahan lapar seharian dan tidak bisa makan makanan yang lezat. Ada banyak menu pilihan yang lezat, salah satunya dengan mengonsumsi buah-buahan. Selain memiliki rasa yang lezat, buah-buahan menjadi pilihan terbaik karena kaya akan serat, rendah kalori, mengandung banyak vitamin dan juga mineral yang nantinya bisa membantu proses penurunan berat badan. Berikut ini ada 10 jenis buah yang direkomendasikan untuk diet. 1. Apel Salah satu buah yang rendah kalori namun tinggi serat, yakni apel. Dalam satu buah apel yang berukuran sedang sekitar 200 gram, mengandung sekitar 100 kalori dan 5 gram serat. Dengan kandungan serat yang tinggi, apel bisa memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga bisa mengurangi keinginan untuk makan atau ngemil. Bukan hanya itu saja, di dalam apel juga terdapat kandungan vitamin C dan polifenol yang baik dalam menjaga sistem kekebalan tubuh. 2. Pisang Buah yang harganya lumayan ra...